Nasehat Diri

14962619_1254235987962424_7330387552014929014_n

tulisan ini di peruntukkan untuk kita semua para wanita yang mencintai, saya harap cinta itu tidak buta seperti yang di ungkap sebuah pepatah.

cintailah dengan benar, jangan dengan keangkuhan atau keegoisan, kita sebagai wanita punya kelemahan yaitu ingin yang tidak bisa di tekan, walau di balik itu ada kekuatan yaitu menahan sakit yang tidak berkesudahan.

sebagai seorang wanita saya paham betul, bahwa kita diciptakan dengan banyak kelebihan dan kemuliaan, Allah bahkan menjadikan syurga dibawah telapak kaki kita ketika kita menjadi seorang ibu kelak, Allah memberikan banyak kemudahan pada kita, menjadi mulia itu adalah sebuah titipan awal bagi kita para wanita, namun tidak menjamin abadinya kemuliaan, hanya titipan awal, kita mau membuangnya dengan mudah, atau mempertahankannya dengan segenap jiwa raga, itu adalah pihan lain yang diberikan kepada kita para (wanita).

mulianya kita adala indah, karna kelak kita akan menjadi rumah, kita akan menjadi sumber kebahagiaan bagi orang yang mencintai kita.

hanya dengan menjaga titipan kemuliaan,

mencintai adalah hal yang wajar, datang lalu pergi juga hal yang wajar, namun membuang kemuliaan bukanlah hal yang benar. kita tidak tau akan seperti apa hidup kita kelak, tapi setidaknya kita sudah memiliki sebuah bekal yang cukup dengan persiapan yang cukup untuk menghadapi masa itu.

untuk kita para wanita yang belum pasti kemana arah kita, yang belum pasti siapa yang akan menjadi jodoh kita, haruskah kita menjadi budak diri dengan mencintai dengan lupa diri.

untuk kalian para gadis muda yang beranjak menjadi wanita dewasa, sadari hal yang perlu dari sekarang, dan buang jauhjauh sampah yang tidak perlu, jika tidak ingin tercemar..

untuk para wanita mulia (ibu), beruntunglah bagi para ibu yang telah mendidik anak dengan baik, dengan benar, dengan sabar, dengan penuh ketulusan, saya bangga karna suatu hari nanti jika diijinkan saya juga akan menjadi seorang ibu. namun mungkin tingkatan kesulitan mendidik entah akan lebih mudah atau malah semakin sulit. doakan saya ya para ibu mulia.

untuk para wanita luarbiasa  (ibu) yang berjuang sendiri tanpa tanpa dukungan seorang suami termasuk ibu saya, kalian adalah wanita paling mulia hatinya saya yakin syurga menunggu disana, saya tidak tau seperti apa hari yang dilalui para wanita (ibu) lain yang sendiri diluar sana, tapi saya tau seperti apa hari yang dilewati oleh ibu saya sendiri, semoga allah selalu melindungi wanita terhebat ini.

intinya, kita (para wanita) memiliki kemuliaan yang harus kita jaga. semoga kemuliaan itu selalu mengiringi langkah kita (para wanita) tanpa dirusak sebuah rasa yang wajar. menakarnya dengan benar adalah ujian yang harus kita lewati sendirisendiri..semoga saya lulus, kalian juga lulus.

Kuatkan kami, dengan cinta dalam diri kami ya rabb, jangan jadikan kami lemah karnanya..

selamat istrahat,

see u 06 Januari..

Iklan

rindu yang enggan hilang

13173934_1112651808787510_6817770398589091420_n

bahkan rindupun tidak akan menjadi siasia,

Jarak yang tentu menghadirkan tanya, entah apa, entah siapa, entah bagaimana, hadir sebuah rasa rindu yang tibatiba, seperti hujan menetes membasahi  kemudian hilang, kita tidak bisa menghindari rasa yang hadir tanpa mengetuk.

hati tidak mungkin berubah, meski kita berulang kali meronta agar dia segera berubah, seperti kisah seorang istri yang merindukan syurga (nya) yang mengkhiati, rindunya tidak akan hilang, meski tahun terus berganti, seperti cinta seorang ibu yang selalu abadi yang selalu berharap dan terus merindukan sang buah hati.

rindu tidak hadir seperti hujan, walau di banyak kisah hujan menghadirkan tetesan rindu yang menghujam.

dunia dengan hingarnya, dunia dengan pekat malamnya, dunia dengan gunung sejuknya, dunia dengan embun paginya, dunia dengan jingga senjanya,  dunia dengan terang setelah gelapnya, selalu menghadirkan cerita yang berbeda. namun tetap teguh dengan rasa rindu yang sama.

tahun berganti, tembok hati tidak lantas terbuka, dengan lapisan pintu, serta ruang kokoh yang tidak bisa di tembus, rindu adalah hal yang wajar, mungkin ruang itu tidak benarbenar kosong, mungkin ruang itu masih menyisahkan goresan cerita didinding kokohnya, mungkin masih ada satu nama yang masih enggan hilang dari sudut ruangnya.

ini cerita tentang rindu yang tidak mungkin salah, ini cerita tentang rindu yang tidak mau menyerah..ini cerita tentang rindu yang hilang arah setelah sekian lama terbenam. entah lah..

tahun kembali berganti..

terimakasih ya ilahi, untuk nafas yang masih engkau titipkan, untuk nikmat yang tidak pernah berkurang, untuk masalah yang menjanjikan pendewasaan, serta rinduku yang sungguh enggan hilang

jadikan rindu ini baik untuk waktu yang berganti.

meski terlambat, salamku untukmu januari..

_SYUHADA_

 

KITA DENGAN CITA

Kali ini kita memulai obrolan dengan sebuah pembahasan seputar cita..

Kita dengan cita, Kita dengan  sebuah harap sederhana, kita dengan konsep yang sederhana. memulai semua dengan harapan kecil. Malam ini obrolan lama yang tidak pernah terjadi, terjadi lagi. ini membuktikan bahwa masalah tidak bisa mengubah kita, karna masalah menjadi sebuah teguran kecil, saya berharap satu. Masalah itu menjadi sebuah pelajaran berharga yang tidak menghadirkan benci, dendam atau penyakit hati yang lainnya. Bisa memaafkan dengan hati, bisa menerima semua yang terjadi dengan ikhlas, dan membiarkan waktu menyembuhkan luka yang sudah terlanjur tergores dengan sabar. (harap yang tidak mudah, tapi saya yakin kita bisa) saya bangga punya orangorang baik seperti kalian.

suatu hari kita akan membaca tulisan ini, bersama-sama menatap masa lampau dengan sukacita, kita dengan cita semoga dijawab waktu suatu saat nanti, semoga memberi manfaat tidak hanya untuk kita tapi juga orang banyak.

kamu pergilah kemana kamu ingin pergi, beri sedikit jeda untuk membawa sebuah kabar gembira, belajarlah tentang apa yang ingin kamu pelajari kemudian kembalilah dengan sebuah senyum penuh arti,  dan kamu berekspresilah sesuka hati kamu, jadilah diri kamu sendiri dimanapun dan kemanapun kamu berada, entah kamu ingin berjalan kesemua tempat, entah kamu ingin mencoba berbagai hal. cobalah dan kembalilah dengan beberapa hal yang bermanfaat, kita dengan cita akan berkumpul kembali di satu tempat, dimana kita saling melepas rindu, dimana kita saling bercerita tentang perjalanan selama jedanya kita. kemudian serius dengan cita kita yang awal.

Kita akan berjalan dan menatap pada satu arah setelah jeda, kita akan melangkah bersama keberbagai tempat yang semula ingin kita kunjungi bersama.

sahabat sesungguhnya tidak ada yang tidak mungkin, kita hanya perlu membuatnya menjadi mungkin, kalian bisa membantu saya mewujudkan cita sederhana ini?? kalian ingin  menyatukan hati yang semula tidak mungkin, menjadi mungkin??? setelah jeda ini???

Karna melangkah bersama, memapah bersama dan menyatukan bersama adalah sebuah cara mewujudkan cita dengan hati yang terbuka yang membuatnya semakin mudah.

dan saya percaya kita bisa..

Selamat istrahat Sahabat,,,,

Selamat malam BIMA..

SYUHADA 05.04.2017

berlalunya hari

senyum, tawa, bahagia adalah pelengkap..

hari akan tetap berlalu,, dan berganti dengan hari yang baru..

hanya kenanglah sedihmu teman. sesak sakit, pilu pedih, bukanlah pelengkap, tapi bahan pokok dalam kehidupan,, hanya kenanglah sedihsedihmu yang berlalu, jangan terlalu bersedih terlebih larut dalam mengenang, karna kita harus mempersiapkan hati untuk hari esok. beri sedikit senyum sebagai pelengkap pilu,

pertemuan adalah teman terdekat perpisahan..tidak sekarang mungkin besok, perih… itu yang dijanjikan sebuah pertemuan yang berujung perpisahan.

dengan siapapun, dan dengan apapun.

hari tidak akan menunggu bangkitmu, hari tidak mungkin menunggu tawamu, hari tidak mungkin menunggu ijinmu, hari akan tetap berlalu. entah dengan senyummu, sedih sendumu, terang gelapmu, bahkan bahagiamu.

tidak ada pertemuan yang salah, mungkin ada sebuah perpisahan yang menjajikan pertemuan, seperti aku dan ayahku misalnya..

teman. . .hidup tentu dekat dengan airmata yang ajaibnya tidak akan pernah kering, ada yang bilang air mata adalah obat ampuh, maka menangislah jika lukamu terhujam semakin dalam, kemudian tataplah harimu, yang mulai jingga dengan senjanya dan mulai gelap dengan taburan bintangnya..

berlalunya hari, pertanda sebuah pertemuan akan terjadi, dan bersiaplah untuk perpisahan selanjutnya, bukankah sebuah luka akan sembuh jika segera diobati?? lalu bagaimana dengan hati?? apa ia juga akan segera sembuh  jika diobati? lalu terus di sayat dengan luka yang berbeda kemuadian diobati??? tentu dia tidak sembuh, tapi dia sudah pasti akan menjadi lebih kuat.

kenanglah harimu yang berlalu, dengarkan lagu yang mungkin akan membawamu mengingat setiap menit kejadian baik maupun buruk diwaktunya. kemudian tataplah dan bersiaplah untuk harimu esok..

jangan biarkan harimu berlalu tanpa kuatmu.

selamat jalan hari…semoga masih bisa bertemu 27 november.
selamat malam bima..
selamat istrahat sahabat..selamat istrahat syuhada 🙂

Tanya Senja

sore ini aku menatap senja di ujung setapak, ada rasa yang tidak bisa digambarkan kata, hanya bisa dirasakan dalam.. saat aku menutup mata, senja ini menggambarkan jingga yang berbeda, aku berusaha untuk mengingat rasa yang tidak aku kenali lagi, mencoba menutup mata lagi lalu mengingat, rasa seperti apa yang sekarang hinggap.

kenapa dengan senja?

aku tidak mengingat pernah mengukir cerita bersama senja, muncul satu tanya, ada apa dengan senja?

senja selalu seperti itu, hadir diujung hari, tersenyum beberapa saat kemudian hilang, senja seperti tidak punya beban, dia tau kapan waktunya dan kapan berakhirnya,,,

lalu kenapa ada satu rasa berbeda ketika aku menatap senja dengan taburan jingga??

kamu tidak ada disana..hanya senja yang aku tatap disana..

kenanganan?? adakah kenangan di balik senja? entahlah…

aku hanya ingin mengingat, dan mengenali rasa ini..aku ingin menatapnya lama, aku ingin menunggunya kembali..

senja…aku tidak ingin berbicara tentang rindu, karna bukan rindu yang aku rasakan sekarang, aku tidak ingin berbicara tentang pilu karna bukan pilu yang aku rasakan sekarang…

di akhirmu,, adakah ingin yang tersirat?? entahlah…

aku tersenyum bersama senja, dan semburat jinggamu…

Untuk kamu yang memilih pergi

Untuk kamu yg memilih pergi…

Hariku tidak akan berhenti, meski mungkin tak terhitung waktu bayanganmu hadir seumpama kilatan yang menyakiti mata, setiap pergantian waktu kenangan tentangmu seolah trus hadir meski dengan sengaja aku menutup mata agar tidak melihatnya dalam kilat…

Untuk kamu yang memilih pergi….

Tlah aku pastikan sakit ini aku hadapi, meski setiap datangnya malam pahitnya harus aku teguk tanpa air penawar..

Untuk kamu yang memilih pergi….

Aku kuat seumpama senja yang akan tetap ada meski kadang tertutup awan berbalut pekat….

Untuk kamu yang memilih pergi….

Sakit ini tidak ingin aku bagi bahkan untukmu, aku tidak mengharap belas terlebih kasih…aku hanya perlu melewati masa yang menghujam hati Untuk satu masa penguat diri….

Untuk kamu yang memilih pergi…

Terimakasih untuk waktu luangmu yang sempit…

Terimakasih telah menjadi tembok bagi deringnya teriakanku dan hancur dalam waktu yang bersamaan..

Menjadi angin bagi gersangnya masa sulitku…

Menjadi hujan di tanah tandus hariku….

Untuk kamu yang memilih pergi…

Aku tidak pandai menahan langkah…aku tidak pandai menghentikan ingin,,aku tidak pandai mematok ego…

Pergilah…..

Aku lepas tangan yang sengaja melepas…

Dan maaf…

Hariku tidak mengharapkan kembalimu,.

Maka melangkahlah, jangan Menoleh terlebih kembali,,,

Untuk kamu yang memilih pergi….

Kita berada dijalan yang berbeda..hari yang sama namun dalam keadaan yang berbeda.

Hariku masih cukup panjang, harimu pun masih sangat panjang..

Tidak ada nasehat yang terucap, hanya ada beberapa doa yang tersirat…

Untuk kamu yang memilih pergi..

Jadikan sakitmu juga sakitku sebuah rasa yang memberi hikmah,

Hingga jalanku yang panjang, juga jalanmu yang panjang  mengantar aku pada hidup yang jauh lebih baik, juga hidupmu yang jauh lebih baik…

Dengan itu, kita akan tersenyum tulus ketika sesekali kita bertemu di persimpangan yang berbeda..

Sampai hari itu..

Kuharap harimu berlalu dengan baik…

Karna hariku akan berlalu dengan baik…

Pernah ada masa

hidup itu seperti rangkaian episode sebuah drama yang hanya akan berakhir dengan sebuah masa yang berganti. Episode-episode awal menjadi episode yang paling disukai karna hanya di episode awal-awal kehidupan kita bisa menjadi diri kita sendiri, seorang anak yang mulai tumbuh, menatap luar biasanya dunia untuk pertama kali, menangis tanpa takut terlihat jelek untuk pertama kali, tersenyum dengan mata berbinar tanpa beban untuk pertama kali, kemudian beranjak, mulai mengenal sesuatu, mulai menyukai hal-hal remeh, bermain tanpa takut, berlari tanpa khawatir, kita semua tentu pernah merasakan menjadi seorang anak polos yang tidak mengerti seperti apa dan sekeras apa hidup.

Sampai pada masa dimana kita mulai mengenal hal baru lainnya, saya ingat saya pernah ada dalam masa dimana saya bertumbuh menjadi pribadi yang sangat gampang dirasuki hal baru, dulu awal saya membuat sebuah akun facebook, di tahun 2010, alasannya sepele biar bisa tetap berkomunikasi dengan sahabat-sahabat yang melanjutkan sekolah di luar kota,, sekarang akun facebook udah semakin canggih dong, ada aja pemberitahuan “anda memiliki kenangan dengan si A misalnya, saya buka, dan betapa terkejutnya saya saat membaca status yang saya posting 5 tahun yang lalu, yang paling menggelikan saat saya baca kata yang semula “siang” saya ubah jadi “Ciang”.. ketika saya menertawakan hal itu saya sadar, saya pernah ada di masa itu, masa mengikuti dan entah harus saya gambarkan seperti apa.. kemudian ada satu masa yang tidak bisa kita hindari, yaitu masa dimana kita, mulai mengagumi. baiklah lebih tepatnya, menyukai seseorang, diwaktu yang sama kita kemudian memilih untuk menjalin sebuah hubungan baik, mendalami hubungan tersebut, merasa bahagia bahkan dengan hal remeh, seakan kita kembali pada masa awal.

Namun dimasa ini ceritanya berbeda, saat satu hal yang kita genggam dengan begitu eratnya, kemudian dirampas dengan satu atau banyak hal yang tidak terduga, kita tidak mungkin bisa menangis kemudian dengan gampangnya tersenyum layaknya dimasa awal. Banyak orang bilang, “ sebelum kamu merasakan bagaimana itu patah hati, kamu tidak akan bisa belajar “ ini sih saya yang bilang. Dan itu benar. Bangkit dari rasa sakit akan membangun satu pondasi yang kuat untuk kita, semua orang pernah berada dimasa ini. Setelah itu kita berada pada masa, dimana kita merasa bahwa, menyukai, menjalin hubungan baik dengan lawan jenis, bukanlah sebuah hal yang penting. Dimasa ini ada satu kesadaran bahwa selalu ada masa dimana kita sadar bahwa episode hidup yang kita jalani memberi pelajaran lebih dan membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam hidup semua episode itu penting, bahkan saat kita menjadi pribadi yang lebay, karna hanya setelah melewati setiap masanya kita bisa naik satu peringkat. Karna lebih baik kita lebay dimasanya.., atau menyukai seseorang dimasanya.. dari pada tertinggal jauh kemudian mulai lebay bukan pada masanya… Selamat istrahat untuk kita semua..

September Untuk Senja

Assalamualaikum September 🙂

wajahmu mulai pudar, seperti terlihat begitu lelah dipelupuk mata, kamu kemudian akan berlalu lagi. Dan akan berganti wajah baru di oktober..

kenapa kamu terlihat sangat lelah? ada banyak tawa yang menemanimu sepanjang hari yang terus berganti. bukankah september Selalu Ceria, Seperti sebuah lagu yang aku dengar.

september ..

sebelum kau berlalu, aku ingin bercerita banyak atas namamu. atas nama september dan satu keajaiban yang sederhana yaitu “SENJA”.

september…

kau menjadi bulan yang penuh dengan hal luar biasa, diawal, di tengah kemudian diakhir, ada takbir yang menggema, ada tahmit yang menderu di seluruh penjuru. aku beruntung karna aku masih dipertemukan denganmu

september…

selain itu ada banyak sahabat yang akan memulai hidup baru di akhirmu,, ada banyak hal yang ingin aku sampaikan untuk seorang sahabat yang juga akan memulai hidup baru yang akan menyempurnakan separuh agamanya, dengan niat yang sudah lama disimpannya, dengan harap yang sudah lama dipendamnya. dia mengagumkan dengan istiqomahnya,

september dengarkan aku, karna yang akan aku katakan sekarang, sungguh aku ingin dia mendengarnya.

“assalamualaikum masalalu, seneng rasanya kamu akan memulai hidup baru, bahagia rasanya mendengar kamu akan melalui satu face dalam hidup yang kemudian akan berlanjut pada face yang baru, meskipun hanya memantau, kadang aku tidak sengaja melihat apa yang kamu posting, karna instingku begitu kuat, ” dalam Hati aku Berdoa, Semoga Dilancarkan Segala urusanmu” dan aku mendengar bahwa ijab akan segera kamu Ucap. Meskipun aku mendengarnya bukan dari diri kamu, seperti kata yang di ucap oleh seorang kakak, banyak kemungkinannya syu, positif thinking saja. dan aku selalu perpikir baik tentang mu, bukan karna aku masih menatap pada masa lalu. tapi karna aku menghargaimu lebih dari masalalu, selamat sahabat dimasa yang sudah berlalu, semoga terjawab semua ikhtiarmu, Selamat Guru yang galak. Semoga dilancarkan semua hajatmu. Salam Kenal dan Salam Hormat buat Sang Bidadari Syurgamu..

Sempurnakan SAKINAH, MAWADAH, WARROHMAH dalam Ikatan sucimu :)”

SEPTEMBER INI UNTUKMU…… “SENJA”

DAn untukMu September, Semoga Kita Bisa Kembali Bersua, dan Aku akan Menceritakan Kisah Lain. Tetap CERIAA…